RSS

Panduan Membuat Catatan Kaki

01 Nov

Dalam melakukan penulisan ilmiah, seorang penulis harus mengetahui cara penulisan catatan kaki (footnote). Hal ini karena karya ilmiah harus didukung oleh fakta dan data yang valid, yang salah satunya dibuktikan dengan sumber, referensi, dan rujukan yang digunakan.

Catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks tulisan yang ditempatkan pada bagian bawah tulisan yang bersangkutan. catatan kaki digunakan untuk memberikan keterangan, komentar, atau menerangkan sumber kutipan yang digunakan pada tulisan tersebut.

Dengan demikian, catatan kaki dicantumkan untuk:

1. mendukung keabsahan pernyataan penulis yang tercantum di dalam tulisannya,

2. petunjuk sumber tulisan,

3. memperluas pembahasan yang diperlukan, tetapi tidak relevan jika dimasukkan ke dalam teks tulisan,

4. referensi silang (petunjuk pada karya tulis apa dan pada halaman berapa hal yang sama dibahas), dan

5. memenuhi kode etik penulisan, dalam hal ini penghargaan terhadap karya orang lain.

Dua Jenis Catatan Kaki Catatan kaki ada dua macam, yaitu catatan kaki lengkap dan catatan kaki singkat.

Catatan kaki lengkap adalah catatan kaki yang ditulis lengkap dengan mencantumkan: nama pengarang, judul buku, nama atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, kota penerbit, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.

edangkan, catatan kaki singkat adalah catatan kaki yang ditulis secara singkat, tidak selengkap catatan kaki jenis pertama. Catatan kaki singkat terdiri atas tiga macam, yaitu:

• Ibid. Ibid. adalah singkatan dari ibidum, artinya “sama dengan di atas”. Ibid.dipergunakan untuk menunjukkan catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya.

• Op.cit. Op.cit. adalah singkatan dari opere citati, artinya “dalam karya yang telah dikutip”. Op.cit. digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain.

• Loc.cit. Loc.cit. ialah singkatan dari loco citati, artinya “tempat yang sudah dikutip”. Loc.cit. digunakan seperti op.cit., namun sumber yang dikutip berasal dari halaman yang sama.

Cara Penulisan Catatan Kaki

I. Catatan Kaki Lengkap Contoh:1Kuntowijoyo, Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama, Budaya, dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transendental (bandung : Mizan, 2001), h. 10.

Dari contoh catatan kaki di atas, dapat dilihat aturan penulisannya sebagai berikut:

  • Di depan nama pengarang, diberi nomor catatan kaki yang angkanya dinaikkan ke atas (superscript).
  • Nama pengarang ditulis lengkap.
  • Jika terdapat gelar di depan atau di belakang nama pengarang tersebut, tidak perlu dicantumkan.
  • Jika nama pengarang itu lebih dari satu kata, maka nama tersebut tidak perlu diindeks. (dibalik).
  • Kalau pe\ngarangnya dua orang, maka kedua nama pengarang tersebut ditulis lengkap, tidak diindeks, serta antara nama pertama dan kedua disisipi kata “dan”.
  • alau tiga orang, cara penulisannya sama, namun antara nama pertama dan kedua disisipi tanda koma (,) dan antara nama kedua dan ketiga disisipi kata “dan”.
  • Antara nama pengarang dan judul buku diberi tanda koma. Judul buku ditulis lengkap dan dicetak miring (italik).
  • Setelah judul buku, diikuti (tanpa koma) kota tempat penerbit, nama penerbit, dan tahun terbit yang semuanya berada dalam tanda kurung [(…)]. Antara kota penerbit dan nama penerbit diberi titik dua (:); antara nama penerbit dan tahun terbit diberi tanda koma.
  • Di belakang tanda kurung tutup keterangan di atas, diikuti tanda koma, lalu huruf “h” yang berarti halaman, dan nomor halaman yang ditutup dengan tanda titik (.).
  • Jika halaman yang dikutip lebih dari satu, maka digunakan huruf “hh” dan nomor halaman ditulis dari halaman pertama sampai terakhir dengan menggunakan tanda hubung (misalnya, hh. 10-25).

II. Catatan Kaki Singkat Contoh: 2Ibid., h. 30. 3Kuntowijoyo, op.cit., h. 37. 4Kuntowijoyo, loc.cit.

Berdasarkan contoh catatan kaki ini, dapat disimak ketentuan penulisannya sebagai berikut:

  • Ibid., op.cit., dan loc.cit. ditulis italik. Ibid. diikuti tanda titik, koma, dan nomor halaman.
  • Op.cit. di depannya dicantumkan nama pengarang, lalu di belakang op.cit. diikuti nomor halaman. Loc.cit. sama dengan op.cit., tetapi tidak diikuti nomor halaman.
  • aturan penulisan nomor catatan kaki sama dengan penulisan pada catatan kaki lengkap. Ketentuan penulisan nama sama dengan penulisan pada catatan kaki lengkap.
  • Jika halaman yang dikutip lebih dari satu, ketentuan penulisannya, juga sama dengan penulisan pada catatan kaki lengkap.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 November 2011 in Indonesiaku, Pelajaran

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: